Makna Idul Fitri Di Tengah Pandemi Covid-19

“taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair”

1 Syawal 1441 H / 2020 M telah tiba, Bersama-sama dengan umat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia. tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil. Tak terkecuali MIN Kota Blitar, meski pada malam hari raya Idul Fitri tidak dilakukan takbir keliling dikarenakan suatu wabah yang melanda, akan tetapi tidak mengurangi kebahagian menyambut hari kemenangan ini, setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Alunan Takbir kita kumandangkan serta kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.

Adapun banyak cara untuk mengisi malam Takbiran itu sendiri diantaranya, membaca kalimat takbir itu sendiri di rumah, serta memperbanyak dzikir lainnya. Mudah-mudahan berkat ibadah kita selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya. (@bim_15).