Pendampingan dan Evaluasi Pemetaan Sarana dan Prasarana Madrasah yang Terdampak Gempa, di MIN Kota Blitar

Warta MIN Kota Blitar, Rabu (19/05) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi bidang Pendidikan Madrasah terkait dengan banyaknya Gedung madrasah di beberapa daerah (kab. Malang, Kab. Blitar, Kota Blitar, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek dan Kab. Lumajang) yang diakibatkan gempa bumi, Bertindak sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dra. Hj, Umi Kolisoh, M.Pd. Mengadakan tinjauan lokasi serta pendampingan, evaluasi, dan pemetaan Sarana dan Prasarana di MIN Kota Blitar yang terkena dampak gempa bumi, ikut serta mendampingi dalam peninjauan lokasi berdampak gempa Kasi Pendma Kemenag Kota Blitar H, Kanzul Fathon, M. Pd. I.

Secara rinci Umi Kolisoh mengatakan Madrasah yang terkena dampak bencana alam seperti gempa bumi ini, bisa mengajukan bantuan lewat program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau rusak berat, guna terpenuhinya pembangunan Gedung ruang kelas baru, akan tetapi untuk mendapatkan Bantuan SBSN ini tidaklah mudah, banyak kriteria dan Persyaratan yang harus dipenuhi, diantara syaratnya adalah mengenai  banyaknya Animo (keinginan) masyarakat di Kota Blitar ini (umumnya) dan Warga masyarakat Sekitar Madrasah (khususnya).

Diungkapkan Kolisoh, untuk di ketahui, biaya yang didanai dari SBSN ini nantinya dikelola dan diawasi secara langsung oleh Pusat, Program bantuan dari pusat ini mulai dari pengerjaan serta lelang dan pelaksanaannya dikelola langsung oleh pemerintah pusat sampai selesai. Madrasah hanya menjadi penerima bangunan yang bernilai aset,, tutur Wanita berkacamata yang juga asli dari Blitar ini.

Besar harapan kami selaku pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar bisa mendapatkan bantuan itu guna kelancaran dalam proses belajar mengajar itu sendiri, mengingat dalam beberapa tahun terakhir MIN Kota Blitar mengalami kekurangan ruang kelas baru untuk menampung para peserta didiknya.(team_work)